ABOUT US

SEJARAH

Taman Denbukit adalah salah satu tempat berkemah di daerah Bedugul – Bali, tepatnya di desa Pancasari Kecamatan Sukasada Kabupaten Bruleleng. Taman yang pada bahasa Balinya yang artinya tempat rekreasi dan Denbukit yang artinya nama dari sebuah kerjaan kecil atau disebut Puri Denbukit. 

Den yang artinya Utara, Bukit artinya perbukitan. Uniknya jika di Bali kata Den atau biasa juga disebut Kaja adalah arah yang mengarah ke Bukit, dan Puri di Pancasari berada di perbukitan yang letaknya ditengah – tengah pulau Bali, sehingga jika dari Bali Selatan kata Den atau Kaja mengarah ke Puri Pancasari sebaliknya kata Den atau Kaja dari Bali Utara juga mengarah ke Puri Pancasari, karena perbedaan arah tersebut muncullah kata Denbukit.

TAHUN BERDIRI 

Awal mulanya sebelum dijadikan Taman, area tersebut dipergunakan sebagai perkebunan Sayur mayur, namun karena diduga tanahnya yang jenuh akan ditanami Sayur pada akhirnya tidak dapat panen dengan maksimal lagi. Sehingga pada suatu hari Penglingsir Puri Gede Denbukit I Gusti Ngurah Agung Dharma Wirata atau yang biasa dipanggil oleh masyarakat setempat Ratu Bendesa, memerintahkan kepada Parekannya (pengelola tanah) untuk mengistirahkan area tersebut dalam aktifitas bercocok tanam. 

Setelah area tersebut diistirahkan tumbuhlah rumput hijau dengan subur dan begitu indahnya, sehingga pada suatu hari ketika Ratu Bendesa berada di area tersebut datanglah tamu dari Rusia (backpacker) untuk minta izin agar dapat berkemah disana. Karena merasa kasihan terhadap tamu tersebut, Ratu Bendesa mengizinkan untuk berkemah disana dengan gratis, tamu Nya pun sangat senang dan mengucapakan terimakasih. 

Dari pengalaman tersebut timbulah ide Ratu Bendesa untuk dapat dipergunakan sebagai taman yang dapat dijadikan tempat untuk berkemah pada tahun 2015.